motor oh motor… *plak*

Motor, siapa sih yang tidak tahu kendaraan ini? Kendaraan roda dua yang dijalankan dengan tenaga mesin, bentuknya ramping, dan gesit ini merupakan salah satu kendaraan bermotor yang banyak digunakan di negara kita, Indonesia. Bisa kita lihat setiap hari, motor berseliweran di mana-mana. Saking banyaknya ya, kalau kita lihat dari udara, kumpulan motor di jalan raya itu mirip kerumunan semut yang sedang bahu-membahu mencari makanan, oke terdengar agak lebay kali ya namun itulah faktanya.
Well, well, saya sendiri juga punya sekelumit cerita yang berhubungan dengan kendaraan dengan dua roda ini. Diceritakan dari mana ya.. hemm… okelah, tentang saya dan motor.
1. jujur, saya sebenarnya pernah dibonceng temen cowok, dua kali, dan terpaksa harus dibonceng karena sebenarnya saya tidak suka dibonceng sama cowok. Risih rasanya. Cerita deh cerita~~
pertama:pas mau ke acara buka bersama [atau bubar (buka bersama), istilahnya] di salah satu rumah teman SMP. Niat awalnya kan mau buka sambil reuni kelas di suatu tempat, namun banyaknya halangan yang benar-benar tidak diharapkan mengakibatkan kegiatan bubar tersebut dialihkan ke rumah teman saya, sebut dia Ririn. Kumpul dulu di depan SMP 7, biar mudah mengkoordinasikannya. Yang ikut bubar pada saat itu hanya sedikit lah, 10 dari 41 orang. Parah ga tuh? Pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17 lewat sekian sedangkan rumah Ririn berada di Antapani. Sebenarnya dari SMP 7 ke rumah Ririn itu nggak jauh-jauh amat, dua puluh menit juga bisa sampai lah kalau keadaan jalannya tidak macet, akan tetapi keadaan seperti itu sangatlah tidak mungkin jika waktu telah menunjukkan pukul 17.00 hingga pukul 18.30an. Bukan bulan ramadhan aja udah macet apalagi pas bulan ramadhan. Pilihan naik motor dengan sangat terpaksa saya ambil. Yang saya ingat, saya dibonceng sama orang paling rese di kelas pada saat itu Ucup. Galaulah saya. Pertama, bukan muhrim. Kedua, saya belum pernah dibonceng sama cowok selain ayah. Ketiga, saya kira dia tidak ngebut kalo lagi bonceng. Ini dibawa ngebut. Piaslah saya pada saat itu. Karena keterbatasan helm, dan untuk menghindari razia, terpaksa melalui jalan tikus yang sempitnya duh membuat saya makin pias. Belum lagi motor yang dipakai teman saya ini bukan motor gigi atau kopling, tapi motor matic. Motor matic kan ga enak buat ngebut gitu (=,=” )  Selain hal di atas, pada saat itu adalah pertamakalinya saya dibawa ngebut kalau naik motor. Maklum lah, kalau dibonceng sama ayah tidak pernah dibawa ngebut.
Yang kedua, pas awal kelas tiga. Anak cowok di kelas kan ada tanding futsal (yang disponsori sama salah satu minuman isotonik, dan seharusnya itu buat sekolah bukan kelas), yang secara kebetulan juga bertepatan dengan waktunya dekor stand buat Fibosa 15: onederland. Saya dan kelima teman saya terpaksa nonton mereka, buat jadi suporter  alasannya. Lokasi tandingnya di Bikasoga, Buah Batu. Sekolah di Dago, tanding di buah batu. Mamen banget ga tuh, ujung ke ujung. Setelah prepare barulah saya berangkat. Diboncenglah saya sama Jams, sebut dia begitu =_____= malu? Iya lah, bukan muhrim, maluu -////- )“ sama seperti waktu ke rumah Ririn, ga ada helm, ga ada duit, pakai motor matic, dan lewat jalan tikus. Tapi kali ini mending, jalannya bukan gang, masih bisa lah mobil lewat. Saya tahu berat saya itu tidak seperti kelihatannya. Orang-orang biasanya mikir kalau dari luar saya terlihat kurus (dan yakin bohong besar) yah mereka mikir massa saya hanya 50sekian kg, padahal kenyataanya massa tubuh saya kisaran 63-65 lkg lah. Gara-gara itu, si Jams bilang gini pas lagi di jalan, “kamu tuh nggak seperti kelihatannya ya, gantian gih boncengnya.” Dibilang seperti itu, saya cuma nyengir kuda aja, padahal dalam hati saya udah mencak-mencak tuh. Maafkan saya ya Jams J
2. walaupun saya sebenarnya sudah bisa mengendarai motor sejak kelas 9 SMP karena kecelakaan yang benar-benar tidak disengaja, saya tetap tidak diizinkan dan tidak akan pernah sampai akhir hayat nanti (halah), untuk membawa kendaraan jenis tersebut. Alasannya? Ibu saya takut kalau saya tertimpa musibah karena motor. Alasan itu bisa saya terima karena rumah saya tepat berada di pinggir jalan protokol, Ahmad Yani, dan dekat dengan belokan yang selalu saya istilahkan dengan belokan maut. Mengapa? Karena tikungan sebelum ke rumah saya, yang dari arah terminal, memang lebih miring daripada daripada di jalan-jalan protokol lain dan licin jika terjadi hujan, ehem, gerimis juga juga sudah langsung lebih licin sih o___o. Di depan rumah saya banyak sekali kecelakaan kedaraan bermotor dan kebanyakan berasal dari arah terminal, ya jatuh karena tergelincir lah, tabrakan lah (karena itulah saya selalu berpikir: jalanan ini lebih cocok buat rally, karena kemiringan tersebut *plak*).
3. saya pernah nyaris dan tertabrak motor. Dua waktu yang berbeda sih. Nyaris tertabrak motor karena saya mendadak terpeleset saat sudah hampir mendekati pinggir jalan jajaran rumah saya. Mengapa saya terpeleset? Karena jalanan di sekitar tepi jalan yang jajran rumah saya terdapat pasir yang sangat halus. Kejadiannya sangat cepat. Nyaris tertabrak karena saat saya terpeleset posisi saya tidak benar-benar di tepi, tapi hampir ertengahan jalan. Alhamdulillah yang bawa motornya nggak ngebut pada saat itu dan saya langsung refleks bangkit dan melanjutkan penyebrangan. Tertabrak, pada awal tahun 2011. Ketika setelah hujan dan macet. Udah tau macet tapi malah ngebut bawa motornya, saya pula yang disalahkan. Untung tidak ada bagian tubuh saya yang mengalami luka berat,hanya saja kaki rada keseleo dan jalannya jadi agak pincang deh =,= haah yasudahlah~
         4. yang saya tidak sukai dari beberapa pengendara motor: bawa motor ugal-ugalan dan jalan seakan milik sendiri, kalau ada kecelakaan motor, para pengendara selalu tidak mau disalahkan padahal jelas-jelas kebanyakan kecelakaan seperti terserempet, tabrak lari, dan semacamnya itu disebabkan oleh pengendara motor itu sendiri, pas jalanan macet suka memaksakan diri melalui celah-celah yang ada di antara mobil, padahal kan berbahaya, ngga pernah kasih kesempatan untuk menyeberang bagi pejalan kaki. Aaaaah banyak deh yang saya tidak sukai 😐 walauun bukan berarti semua pengendara motor seperti itu ya.
Motor memang banyak untung-ruginya. Jadi sebagai orang yang tahu aturan lalu lintas, tolonglah, gunakan kendaraan bermotor dengan bijak agar selamat.

yah, sekian cuap-cuap saya soal motor. honana~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.