Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Puasa pada bulan Sya’ban lebih afdhal daripada puasa pada bulan-bulan haram. Puasa sunnah paling afdhal adalah yang paling dekat dengan Ramadhan, baik sesudah maupun sebelumnya. Kedudukan puasa bulan Sya’ban ini seperti kedudukan shalat rawatib setelah sholat wajib, baik yang sebelum maupun sesudahnya. Shalat rawatib menjadi penyempurna kekurangan sholat wajib yang dilakukan, demikian pula puasa sebelum ataupun sesudah Ramadhan. Sebagaimana juga shalat sunnah Rawatib lebih afdhal dari shalat sunnah muthlaq, demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan, lebih afdhal dari puasa yang jauh dari Ramadhan”
[Lathaaif Al Ma’aarif Hal. 138]

@almonajjid – Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA.

(via twitulama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.