orang memang bisa berubah

Copas tambler ane

sepertinya demam saya naik lagi gara-gara aktivitas hari ini. iyalah. kamu dari rumah terus ke Jatinangor, terus langsung tancap Setiabudhi, terus balik lagi ke rumah. capek di jalan kali. kalau kamu sehat sih ga masalah Jei. kalo ini? sembuh aja belum udah maksain diri. *marahi diri sendiri* *plak*

well, mumpung belum banyak yang menjajah tambler saya mau curhat dikit (yakin?). mending ga usah baca deh kalo kamu gak kepo hahaha.
orang memang bisa berubah, baik jasmani maupun rohani. seriusan deh. beragam perasaan pun keluar dari pikiran saya. hal ini saya rasakan tepat pada 2 Januari 2013.

kalau perubahannya ke arah positif, saya ikut senang tapi juga iri dan sedikit termotivasi. senang karena dia udah jadi yang lebih baik. Iri karena saya kok belum bisa setidaknya memiliki pemahaman seperti dia dan sedikit termotivasi agar saya HARUS BISA lebih baik daripada dia.ada beberapa contoh: 

   1. Dua teman saya, seangkatan di kampus A tapi ngga di kampus B. persamaan mereka adalah mereka bisa mengeksplor dan menganalisis semua mahasiswa yang masih aktif di jurusan mereka. jujur aja, saya iri dengan kemampuan mereka yang bisa melakukan hal ini dan mengutarakannya secara agak blak-blakan. apa mungkin saya kurang membuka mata terhadap lingkungan tempat saya beraktivitas? entahlah. yang pasti saya ingin mengubah sifat saya yang agak cuek ini.
   2. Teman SMA, sering saya panggil teteh karena dia mau aja direpotkan oleh curhatan ga bermakna dari saya. asli deh, dulu sama-sama masih hijau, sekarang dia lebih expertdibandingkan saya, terutama dalam hal agama dan semangat belajar. tentu saja saya makin terpacu untuk bisa mengalahkan teteh yang satu ini, tapi sifat malas saya itu yang membuat saya agak susah untuk move on. ya jadinya saya masih bebal aja gitu. *mendadak terpuruk di pojokan*

kalo perubahannya ke arah negatif, saya kecewa, sedih, dan greget ingin membuatnya sadar. mau negur serba salah. kalo ngomong blak-blakan, takutnya orang yang saya maksud itu sakit hati.terutama kalau orang tersebut adalah orang terdekat atau orang yang ga terlalu dekat sama saya. saya tau, kalau memberi nasihat itu jangan tanggung-tanggung tapi ya saya masih belum bisa dengan cara halus seperti yang teteh saya lakukan.  makanya saya suka sedih karena ini nih. kalo ada orang yang membuat kesalahan, saya bisa aja marah tapi itu cuma ke orang deket. selebihnya hanya bisa tersenyum 1000 volt a la Tsuruga Ren dari skip beat //salah// dan malah jadi pendiem atau menjauhi orang lain untuk sementara waktu.

yaaah semoga ga ada yang tersinggung aja deh sama postingan yang ini. *siul-siul*

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.