Sedih karena kejadian yang sama terulang.
Ini sebenarnya teguran dari-Nya, bisa untuk saya, orang lain, ataupun siapa aja.
Sungguh hanya bisa tersenyum miris kalau hanya demi gaya, mode, alasan medis atau apalah, agama yang dikorbankan.
Alasan memang bisa dibuat, dicari, atau apalah, tapi yang menilai kan bukan hanya Ia, tapi orang yang ada di sekitar kalian, kamu, ataupun orang yang bahkan tidak kamu kenal sekalipun.

Enakan ditegur secara halus atau kasar? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.