Gaya Menulis Saya kalau di Catatan

Entah mengapa, saya terpikirkan untuk membuat tulisan gak penting di sini. Ide ini terbersit ketika sedang menyalin catatan perkuliahan punya Bintang Aulia, teman di kampus Jatinangor.

Semenjak kuliah, saya terbiasa membuat catatan dengan membuat dua kolom dalam satu halaman. Sebenarnya sudah dari SD sih, tapi waktu SMP dan SMA (kecuali kelas 1 dan catatan matematika dan fisika) saya sempat menghentikan aksi ini. Alasannya datang dari guru saya yang sempat protes dengan cara saya menulis. Kata beliau, “kalian ini kayak orang nggak mampu aja, kenapa mesti dibagi dua gitu sih?” Well, saya punya alasan tersendiri.
1. Dulu waktu SD, ibu saya rajin banget buat rangkuman pelajaran untuk saya dan kedua adik saya. Cara menulis beliau adalah selembar HVS dibagi empat dari posisi horisontal, kemudian ditulis rangkuman pelajaran. Cukup ampuh buat belajar. Jadi lebih enak melihatnya, buat saya sih.

2. Abaikan masalah punya uang atau nggak, tapi saya pribadi nggak terlalu suka kalau lihat buku tulis saya kosong, soalnya pasti akan jadi korban keisengan tangan dan akan terisi dengan gambar nggak jelas. Kalau menulis di kolom bisa lebih teratur bagaimana menulisnya. Tepatnya sih bisa memanfaatkan lahan kosong dan mengurangi penggunaan kertas yang bisa berujung pada pengurangan penebangan pohon demi mendapatkan kertas.

3. Kalau ini benar-benar masalah uang. Waktu kelas 12, saya membuat catatan les di loose leaf dengan ukuran kertas B5.  Isi ulang kertasnya lumayan mahal dan terkadang diminta teman juga. Demi menjaga keuangan, mau nggak mau saya nulis pada kolom yang telah dibuat. Walaupun pada akhirnya -kuliah- saya kembali mencatat materi dari berbagai mata kuliah dalam satu buku, kayak buku campur lah waktu SD toh satu semester paling hanya habis dua-tiga buku tulis yang 58 halaman kecil atau 42 lembar buku yang sedang. seriusan! Selain itu, saya ngga pernah menentukan bagian dari catatan karena tiap mata kuliah ngga bisa diprediksi mau menulis sebanyak apa.

Catatan saya jarang warna-warni, ribet buatnya dan emang nggak terlalu berpengaruh sama cara saya menyerap materi. Tapi saya nggak keberatan buat catatan warna-warni, asalkan ada niat, yang jarang banget muncul.

Beginilah bentuk catatan saya. Segini bisa dibilang rapi karena niat.

image

Yang ini bukan cara saya menulis pada umumnya.

image

Gak penting? Memang wwww

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.