…sandiwara kehidupan?

pernah gak sih mikir gini, ada seseorang yang kita sama-sama kenal tapi kalo pas nanya ke orang lain tentang dia yang sama-sama kita kenal orangnya reaksinya berbeda?

pernah gak sih kepikiran kalo sebenernya seseorang tersebut memakai topeng kamuflase yang cukup banyak sampai-sampai orang gak bisa menemukan mana karakter dia yang sebenarnya?

pernah gak sih kepikiran kalo ternyata orang yang keliatan paling ceria sebenernya adalah orang yang perjalanan hidupnya tidak seceria penampilannya, orang yang terlihat bijak ataupun dewasa sebenarnya menyembunyikan kegelisahan, kegundahan dan keinginan untuk mengeluh ke orang lain  tapi selalu berusaha tegar , sementara orang yang kita liat selalu ngeluh bermuram durja ternyata punya sisi yang di mana “oh sebenernya dia bukan orang yang bermuram durja tapi emang dia sengaja bangun karakter seperti itu untuk pertahanan diri dari sikap orang lain” atau sebenarnya punya kehidupan yang sebenernya sangat diinginkan oleh orang-orang yang tampak bijak maupun ceria.

terus sebagai seseorang yang kadang cuma asal dengerin lagu pop Indonesia, entah kenapa selalu suka sama lagu yang aslinya ditulis oleh Taufik Ismail (sumber dari sini) dan dipopulerkan oleh Achmad Albar, serta dinyanyikan juga oleh alm. Nike Ardila dan Tere (saya pribadi lebih suka versi Tere ya) yang berjudul Panggung Sandiwara . 

dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. 

ada peran wajar, ada peran berpura-pura

mengapa kita bersandiwara?

secara gak langsung memang mengungkapkapkan kalau kita sendiri yang ngatur hidup kita mau dibawa ke mana. kadang pernah gak sih mikir, kalo kita mau ketemu sama A, kita seakan punya patokan harus sempurna, tampak segar selalu, tampak yang baaaaah, baik-baik dah. ketemu B bakal keliatan bermuram durja, masygul, gundah gulana. ketemu C bakal jadi orang blak-blakan, pake pakaian semau aku gitu, ato kalo dalam bahasa Sunda kumaha aing wèh. Ketemu D depan dia aja baek-baek di belakang mana ada. yaaaah kalau lawan bicaranya emang udah benar-benar paham pasti akan ngerti kapan si orang tersebut benar-benar mengungkapkan perasaanya, kapan dia berpura-pura.

dan kadang saya akui, orang butuh bersandiwara untuk bisa bertahan dengan beragam keadaan yang harus dihadapi yang tuntutannya banyak. entah itu buat pertahanan diri, atau memang sifatjya kayak gitu.

semoga bisa lebih jujur sama diri sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.