Zahra dan Makanan #1

Halooo!!! setelah sekian lama tidak ngeposting sesuatu, akhirnya ada ide mau nulis tentang apa. 

apa hayo?

makanan? iya sih  tapi kali ini saya bahas jajanan yang suka ada di waserda alias warung serba ada, yang waralabanya sudah menjamur kalau di perkotaan. Di mana ada I, di sana pula ada A (tentu tahu dong maksud saya apa) =))

Saya suka mengamati kalau di tiap waserda ini, meskipun menyediakan makanan yang mirip-mirip, tapi pasti ada sedikit yang berbeda. entah harganya (yang ga mau rugi, pasti tahu barang tertentu bisa lebih murah di waserda tertentu), entah mereknya, entah jenis makanannya, ya serupa tapi tak sama lah. 

Kalau saya sih karena memang doyan ngemil, jadi suka ingin tahu apakah jajanan yang ada di waseda ini rasa memang enak (mengingat harganya yang terkadang cukup waw meski cuma buat snack ukuran yah, kecil lah ya). untuk memenuhi rasa penasaran, kali ini, saya akan coba untuk meninjau rasa dari makanan yang saya coba, penulisannya mungkin bakal agak ala-ala kekinian gitu (?)

catatan: ini murni sudut pandang saya sebagai tukang ngemil, tidak ada unsur promosi! 
Glico Wings: Haku rasa Matcha


Glico adalah salah satu produsen makanan ringan yang berasal dari Jepang. Tau dong Pocky, makanan ringan berbentuk stik bersalut coklat, strawberry, matcha, yang AKHIRNYA setelah sekian lama muncul di indonesia, baru tahun kemarin gitu ya, kalau ga salah, dapat sertifikasi Halal MUI di Indonesia? itu adalah produk dari Glico. Glico mungkin sudah ada kali ya, 6-7 tahun (atau lebih?) di Indonesia, tapi kalau untuk produk es krimnya dia bekerja sama dengan PT Wings (yang memproduksi deterjen So Klin atau Mie Sedap), makanya namanya jadi Glico Wings.

yang bikin saya bahagia: produk Glico di Indonesia itu memiliki sertifikasi HALAL MUI! soalnya semua produk Glico yang produksi Jepang bahannya agak meragukan alias, ada kemungkinan salah satu bahan bakunya mengandung babi! makanya saya tidak pernah membeli produk ini meskipun saya pernah tanpa sengaja mengonsumsinya karena dulu ga tau apa-apa. untuk pocky yang ada di Indonesia, dia sebenarnya merupakan produksi Thailand. dulu sebelum ada sertifikasi halal, katanya sih (dan memang sudah saya buktikan pas liat teman bawa oleh oleh dari sana lol) kalau Pocky yang di Thailand sudah ada sertifikasi halal di sananya. makanya saya masih agak bisa cuek buat makan pocky he he he. 

 Es krim inj mulai ngehits pada tahun 2016 (dan memang adanya juga baru pas tahun tersebut sih), harga es krim yang ditawarkan cukup bersaing lah dengan produk es krim lain yang juga terkenal dengan es krim jagungnya. tapi untuk kali ini saya akan sedikit meninjau soal salah satu es krim yang waktu awal-awal muncul susah banget dicari.

yak
HAKU matcha!

kalau diibaratkan dengan produk sebelah, mungkin mirip dengan magnum kali ya? harganya juga mirip-mirip dengan produk tersebut. tapi, ya rasanya tentu saja berbeda dengan magnum. he he. es krim Haku memiliki beberapa varian rasa, tapi tentu saja yang paling aneh (dan mungkin dinanti?) adalah rasa Matcha ini. jujur saja, saya meskipun sempat jenuh dengan segala yang memiliki rasa teh hijau, tapi ini yang paling bikin penasaran dan jujur saja, saya baru bisa mencicipi es krim ini sekitar akhir bulan Juli 2017. oh so late!

a. Kemasan.

untuk keseluruhan produk Haku, dia memiliki 2 lapis kemasan. kemasan luarnya berupa kardus yang menerangkan tentang bahan, jenis produknya! kemudian, di dalamnya masih ada bungkus plastik yang berisi es krim! 

sejujurnya, bentuk kemasan seperti ini seakan menunjukkan kalau es krim Haku ini beda sendiri. dia memiliki kesan “eksklusif”. nuansa emas di kemasannya mendukung untuk kesan mahal tersebut. 

b. Bentuk 

ukuran dari es krim ini tentu saja tidak sebesar kotaknya. tapi memang sedikit lebih besar daripada es krim pada umumnya. tapi ilustrasi pada kotak kemasan cukup menjelaskan  ukuran es krim ini.  

hijau!

tentu saja karena ini rasa teh hijau, lapisan coklat luarnya pun berwarna hijau.

begitu saya gigit, ternyata lapisan coklatnya cukup tebal! isinya pun berwarna hijau kekuningan. 

c. rasa

rasanya? jujur aja, pada gigitan awal, saya sempat terdiam sebentar, mencari rasa matchanya. sebenarnya, rasa matcha di es krim ini memang terasa, tapi bagi saya mungkin, kurang lekoh atau rasa matcha dari es krim ini kurang kuat. Saya justru merasakan rasa matchanya itu lebih kuat di lapisan coklatnya daripada es krimnya itu sendiri. rasanya agak mirip dengan kit kat matcha yang produksi Indonesia, tapi ya kalau dibandingkan dengan kitkat yang produksi Indonesia sih, es krim ini masih jadi jawara. tekstur es krimnya juga cukup lembut, tapi masih tidak selembut magnum sih. kalau main cocoklogi sih, Haku artinya sutra, maksudnya sih -mungkin- untuk menunjukkan bahwa es krim ini lembut, tapi bagi saya pribadi masih kurang lembut. tapi tetap enak kok. saya makan sampai habis!  (yaelah kamunya aja yang doyan makan)

4. kesimpulan

es krim ini sebenarnya termasuk rasa yang cukup ‘refreshing’ alias unik. dengan seharga Rp12.000, bisa mendapatkan rasa matcha yang cukup autentik itu murah (karena harga matcha emang mahal, serius =( ) cumaaa mungkin bagi yang benar-benar doyan rasa atau apapun yang berbau matcha rasanya mungkin kurang bisa memenuhi ekspektasi. 

tapi makan ini tidak membuatmu rugi kok. saya kira bakal lapar lagi gitu setelah makan ini tapi ternyata, cukup mengenyangkan. ya buat cemilan sore hari lumayan laaaah. 

kalau ditanya beli lagi…. iya, tapi hanya kalau lagi ingin aja. kapan-kapan deh pas lagi kangen rasa matcha. 

sekarang untuk mendapatkan es krim ini tidak sesusah pas baru muncul jadi cukup mudah untuk mendapatkannya di gerai waserda! 

sampai jumpa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.