Cuci Mata dengan yang Hijau-Hijau, Yuk!

cuci mata kok pake yang hijau-hijau? ah yang benar saja!

konotasi dong sistah.

maksudnya mari melihat yang hijau-hijau! lebih tepatnya hutan!

Setelah kemarin mengeksplor (?) Tahura dan penangkaran rusanya, kali ini saya mau sedikit membahas tentang fasilitas terbaru di kota Bandung, sunde iru machi (1) tercincah ini! Kalau suka kepo atau buka instagram wali kota Bandung saat ini, pasti tahu dong, apa saja sarana terbaru di kota Bandung. Berhubung saya bukan seseorang yang suka berkelana buat benar-benar mengeksplor apa yang lagi jadi hits di kota, saya hanya bisa berkata dalam hati semacam ‘oh ternyata di Bandung lagi ada tempat makan kek gitu toh’ atau ‘oh tempat wisata bertema (ala-ala menikmati) alam sekarang lagi hits ya…‘ setiap melihat konten terbaru dari sosial media beberapa teman saya.

Saya bukan orang yang doyan menghabiskan uang buat ke tempat yang seperti itu, makanya kalau tempat seperti itu respon saya biasanya kayak ‘waw niat banget ke tempat gituan’ dan baru mau ke sana kalau emang ada yamg ngajak, bukan waza-waza (2) buat pergi ke tempat itu.

HA HA HA WHAT A SCEPTICAL PERSON YOU ARE, ZAH!

bercanda deng

nah kali ini, saya punya satu tempat yang cocok buat cuci mata tanpa perlu mengeluarkan sepeserpun untuk masuk ke tempat ini (ongkos sih masih perlu lah ya, sama buat parkir). saya tahu tempat ini karena diajak ngikut Tyas yang juga diajak jalan ke tempat ini ketika jalan-jalan ke Bandung temannya.

Forest Walk Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung

percayalah, saya tahu tempat ini sejak kecil tapi baru menginjakkan kaki saya ke tempat ini saat di nyaris penghujung usia 24 tahun ini.

sesuai namanya, forest walk ini merupakan salah satu sarana kota yang dibangun untuk bisa jalan-jalan di hutan kota dengan nyaman dan tanpa merasa takut tersesat. Lokasinya berada di sini, barangkali yang mau nyambi buat pendinginan setelah lari di jogging track SARAGA ITB atau pemanasan sebelum berenang, atau sekadar foto-foto ngeksis di hutan tapi ga perlu ribet . oh ya, sarana dari forest walk ini bukan jalan setapak, tapi merupakan jembatan. dilansir dari Tribun News, tinggi dari forest walk ini sekitar dua hingga empat meter dari tanah, panjang dari jembatan tersebut kira-kira dua kilometer yang mengitari Hutan Babakan Siliwangi (sumpah deh penggunaan bahasa di artikel tersebut bikin saya pengen nabok yang nulis artikelnya heu). namun terdapat sedikit perbedaan mengenai panjang jembatannya. berdasarkan informasi dari ig Kang Emil , panjangnya sekitar 2.2 km (meskipun setelah dicek melalui aplikasi dari ponsel untuk menghitung jumlah langkah dan jarak yang ditempuh ternyata tidak sampai 2.2 km, kurang dari 2 km gitu ya…)

buat yang penasaran bagaimana penampkaan dari forest walk ini, saya lampirkan foto-fotonya!

sumber mata air di baksil #1

,

tempat yang trrtutup atap itu merupakan mata airnya!

beberapa jenis tumbuhan yang bisa dilihat di hutan Babakan Siliwangi

https://zahrazahira.files.wordpress.com/2018/01/img_5890.mov https://zahrazahira.files.wordpress.com/2018/01/img_5940.mov

trek dari forest walk ini naik turun, zig zag mengikuti kontur tanah dan posisi pohon di baksil, jadi ada beberapa yang ‘bolong’ dan tidak tahu apakah ke depannya akan diberi semacam pagar pembatas sehingga kita harus tetap hari-hari ketika melangkah agar ridak tersandung atau jatuh. kan gak lucu udah dandan kece tapi taunya tigedebru gegara kakinya nyangkut di pohon atau lubang di sekitar pohon atau tikusruk . kalau waktu tempuhnya…. tergantung dari kecepatan kita berjalan sih. kalo buat jalan santai asyik kok. paling cepat gak sampai 30 menit kok.


TAPI PLIS YA INI BUKAN TREK UNTUK JOGGING, APALAGI UNTUK LARI CEPAT HEU !!!!

ada alasan tersendiri saya nulis sampai capslock.

dengan ketinggian seperti itu dan lebar yang sempit, serta penyangga yang kadang terasa goyang kalau lagi diam atau ada yang bergerak dengan tekanan yang cukup kuat, saya rasa cukup dijadikan alasan untuk tidak berlari-lari di sana, meski pagar pengaman di sepanjang jalan cukup tinggi, tapi kalo lari tau-tau roboh atau jatoh (amit-amit jangan sampai terjadi eh) gimana? apalagi kalau lagi rame, wah bakal dihujat massa yang sedang mengunjungi itu. sialnya, ini beneran kejadian. dan pelakunya adalah yaaa anak muda yang saya rasa harusnya tau situasi dan kondisi dri jembatan itu sendiri.


apa sih alasan baksil istimewa sampai-sampai RK mengangkat isu ini di saat kampanye wali kota pada tahun 2013?

seperti yang bisa dilihat pada foto di atas, di baksil terdapat sumber mata air dan merupakan satu-satunya mata air yang tersisa di hutan ini, mungkin juga satu-satunya mata air yang tersisa yang ada di tengah kota Bandung. (tahura sebagian besar sudah masuk ke dalm wilayah kabupaten Bandung) dan kau tahu, sempat ada rencana dari wali kota sebelumnya untuk menghncurkan baksil ini dan diganti menjdi pusat bangunan untuk menampung wisatawan dari luar kota Bandung. warga Bandung asli dan para aktivis lingkungan tentu saja menolak dan sampai-sampai ada gerakan kampanye semacam pernyatan yang isinya kurang lebih seperti ini ‘bandungku bukan hutan beton’ karena sudah saking banyaknya hotel di bandung dan semuanya, hebatnya, full booked pada akhir pekan. wew. kmi gak butuh tempat sok sokan alam, tapi kami butuh oksigen untuk menopang hidup. kalau satu-satunya hutan kota ini dihancurkan, mau jadi apa kotaku?kota tempat klian berwisata menjadi kurang sumber oksigen, yang repot gak cuma kalian, penduduk asli pun kerepotan.

yaaa bisa dibilang, forest walk baksil bukan cuma ambisi RK untuk menjaga baksil, tapi juga untuk mengajak orang Bandung dan siapapun yang datang ke sini untuk mengenal hutan kota, dan apa fungsi dari hutan dengan cara yang menyenangkan. dan turut menjaga alam yamg sudah semakin menunjukkan kerapuhannya menghadapi keganasan dan keegoisan manusia.


oh, kalau ke sini, sebaiknya pakai sepatu yang nyaman dipakai, tidak terlalu direkomendasikan menggunakan high heels/wedges karena jalan di forest walk naik turun (meskipun saya ke sana pertama kali akai sepatu berhak 3-5cm lol). ke sini jangan akhir pekan, lautan manusia. tempat ini juga enak untuk dikunjungi pada saat panas karena banyak pohon! oh ya, boleh lho foto-foto prwedding/phoses (mungkin) tapi syaratnya: melepaskan sepasang burung atau tupai ke hutan ini (untuk yamg prewed. o phoses tau deh, itu dari ig RK btw ) yes, kalau kalian i bisa lihat tupai di sini lari-lari. so gemash.

sekian dari saya. see ya!

4 thoughts on “Cuci Mata dengan yang Hijau-Hijau, Yuk!

  1. aaaaaaaah pengen kesana .. terkahir 2016 kayanya belum ada … huhuhu .. apa saya yg ga tau … mudah2an 2020 balik indo semua yg udah dicantik2in kg emil masih awet ya .. duh semoga walkot kedepan orgnya bukan tipe ‘pemimpin baru, program baru’ babat peninggalan pemimpin lama hiks

    btw .. aku setipe ma kamu .. bukan yg ikut2an nyambangin wisata kekinian.. sediajak nya ajah 😂😂😂😂

    1. Dulu kan sempet ada tapi ditutup tea. Hehehe. Tapi emang ini baru jadi sekitar akhir2017/awal 2018 kali ya. Semogaaa semogaaa hue he he saya pun berharap pemimpin baru meneruskan program tang udah direncanakan huhuhu

      Wah kita setipe. 😹

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.