yang namanya kembali itu

bisa macam-macam.

tapi baru kali ini, baru juga dapet keluarga baru, dengan cepat pula ia kembali kepada-Nya.

kalau adikku benar-benar menangis meraung-raung saat tahu kenyataan bahwa ia mati dan berkali-kali mengatakan bahwa dirinya bodoh sampai tidak menyadari itu….

aku saking sedihnya tidak bisa menangis.

dan beberapa jam setelah ia tiada, aku baru bisa menangis, itupun dalam diam.

seminggu yang lalu, dia datang ke rumah dengan keadaan tidak baik-baik saja, dan aku berusaha untuk merawat dia dengan sepenuh hati. meski selalu dibayang-bayang sama sosok yang sebelumnya selama hampir setahun ada di rumah dan kabur demi mencari kehidupan baru, sku berusaha merawat dia.

meski hampir tiap hari dia meraung, dia tetap mau disayang dan dielus.

tapi tidak dengan hari ini.

aku tidak menyangka dalam beberapa jam setelah aku menggendongnya dia kembali pada-Nya.

aku hanya tidak menyangka bahwa teriakan dia yang meraung itu akan terbayang-bayang hingga saat ini.

karena itu, aku berpikir. betapa Tuhan dengan mudahnya memberikan dan menarik kembali apa yang ia miliki pada kita.

aku hanya belum bisa membayangkan, apabila orang yang benar-benar aku ingin sosoknya masih ada hingga satu saat nanti aku memiliki anak dan beliau memanggil sosok itu dengan sebutan cucu itu pergi selamanya, apakah aku akan siap? apakah aku sudah siap untuk kembali padanya?

One thought on “yang namanya kembali itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.