Terjemahan?

そろそろ九月が終わり

今まで何やってんだ?

 

oke, untuk kali ini saya mungkin akan bahas sedikit soal penerjemahan.

 

Kalau buat kalian semua yang bilang menerjemahkan itu gampang… rasanya saya gemas, hahahaha.

 

kenapa?

 

Karena menerjemahkan itu tidak gampang.

 

saya pikir juga dulu menerjemahkan sesuatu itu gampang tapi ternyata…. TIDAK SAMA SEKALI. Bukan berarti susah banget (karena kalau kata-kata sih banyak baca banya tahu). yang sulit itu adalah menerjemahkan konteks atau suasana. Sebagai contoh, mungkin saya ambil bahasa Jepang aja kali ya, karena saya memang sedikitnya lebih tahu dengan hal itu, meski ini tidak dipungkiri, pada dasarnya semua bahasa memiliki kesulitan tersendiri dalam penggunaannya maupun penerjemahannya.

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang memiliki konteks tinggi, maksudnya, kepekaan dalam berbahasa sangat diperlukan. Seseorang harus bisa menangkap makna di balik sebuah ujaran. saya kasih contoh dengan maksud dari konteks tinggi, ini saya sadur dari buku Minna no Nihongo,  tapi tidak akan saya tulis bahasa aslinya, melainkan dengan menggunakan bahasa Indonesia saja biar lebih mudah dipahami.

situasinya, lagi bertamu ke rumah teman atau siapapun lah itu yang kalian kenal. kalau lagi bertamu kan biasanya suka disuguhkan makanan atau minuman sambil ngobrol-ngobrol lah ya (jahat kalian kalo ga ngasih makanan kecuali emang dianya ga minta)  naah kalau misalnya tuan ngomong gini, “Mau nambah lagi ngga minumnya,” kalian bakal jawab apa?

biasanya buat kita orang Indonesia, memang akan langsung bilang antara “oh iya makasih” atau “ngga usah ngerepotin, ga papa” dan pembicaraan terus berlanjut. Tapi bagi orang Jepang, hal ini bukan benar-benar menawarkan untuk nambah minum, tapi tandanya kalian sudah terlalu lama berada di rumah mereka. kalau sudah begitu, baiknya pulang aja ga usah nambah minum. jadi biasanya kalau ditawarin kayak gitu, langsung aja jawab, “iie, kekkou desu” (gak usah, gak apa-apa) dan segeralah untuk pamit pulang. tentu saja caranya juga harus elegan ya. (kecuali kalo mereka beneran teman dekat kamu bakal beda lagi ceritanya )

Banyak sekali sih contoh-contoh lainnya.

misalnya ngomong ii desu/ii yo. biasanya bagi orang baru belajar, mereka akan mengartikannya dengan “oke/iya” dan nuansa yang muncul itu positif. tapi sebenarnya kalau ditelusuri lebih lanjut, arti dari kata ii desu ini bisa juga menja “ga usah, ga papa”.

saking tingginya konteks orang jepang kalo ngobrol, saya suka takut sebenarnya kalau lagi ngobrol sama mereka, apakah mereka beneran oke sama saya atau ngga? soalnya orang Jepang kan dikenal suka senyum tapi di belakang nusuk (istilahnya tatemae-honne, kalau diartikan ke bahasa Indonesia jadi bermuka dua). contoh lain mungkin kata naruhodo. nuansa arti yang dimunculkan memang “oh begitu, baiklah”, tapi….. di sisi lain, kalau ada yang ngomong gitu pas lagi jelasin, bisa juga aslinya “oh gitu ya, yaudah sih gue paham ga usah lu jelasin lagi.”

balik ke terjemahan.

saya mungkin masih awam soal penerjemahan, tapi…. saya juga tahu kalau menerjemahkan itu tidak mudah. apalagi bahasa jepang termasuk yang banyak menggunakan onomatope atau semacam efek suara buat menjelaskan keadaan. sampai saat ini sebenarnya saya masih mengalami kesulitan untuk menerjemahkan onomatope ini karena bahasa Indonesia, mungkin ada onomatope, tapi tidak seintens dalam bahasa Jepang atau inggris dalam penggunaannya.

 

yang cukup sulit buat menerjmahkan bahasa JEpang ke bahasa INdonesia mungkin ya, bagi saya bagaimana menerjemahkan dialek.

kalau baca Detektif Conan, tau Heiji dong, yang terkenal dengan logat Kansainya yang kental (dan aneh) Coba kalian perhatikan, apakah ada yang bisa menerjemahkan dialeknya dia ke dalam bahasa Indonesia? sejauh yang saya ingat sih TIDAK ADA. beda dengan bahasa INggris yang bisa memasukkan dialek tertentu(biasanya daerah pinggiran) karena ya memang bahsa INdonesia seperti itu. KAlaupun diterjemahkan ke bahasa daerah, tidak mungkin juga karena bahasa daerah di Indonesia ada banyak sekli. bisa terjadi kecemburuan sosial. pakai aksen tertentu? bisa saja tapi sejauh ini saya tidak perna menemukan komik yang menggunakan aksen bahasa daerah tertentu di Indonesia untuk penerjemahan.

selain itu, konteksnya juga cukup tinggi sehingga rentan salah tafsir. karena salah satu inti dari menerjemahkan adalah bagaimana cara menyampaikan suasana yang diinginkan melalui bahasa.

 

salah satu contoh bagaimana mengetahui terjemahan yang bagus adalah ketika kalian nyaman saat menbaca terjemahan maupun teks aslinya (kalau memang sanggup). saya  jarang baca novel jadi tidak bisa memberikan referensi yang banyak, tapi satu yang pasti, terjemahan yang bagus yang pernah saya baca adalah Harry Potter!

 

kalau novel jepang ga tau, tapi kalau komik… saya bisa memberikan contoh yang memang bagus penerjemahannya.

-Komikus Shoujo Nozaki/Gekkan Shoujo Nozaki-kun.

saya belum bisa memberikan contoh yang bagus tapi kalau saya baca komiknya, baik dalam bahasa Jepang maupun terjemahannya, saya bisa tertawa terbahak-bahak.

contoh lainnya mungkin webtoon Terlalu Tampan, yang di Bahasa Jepang jadi Ikemen Sugite~nayameru toko no nichijou~ Saya lihat sendiri sih komentar dari pembaca jepang terhadap komik ini dan bagus. Apalagi, banyak sekali konten-konten yang mengangkat topik yang kekinian pada masa komik itu terbit dan bagaimana itu dterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, yang secara budayanya saja sudah sangat berbeda dengan berbagai budaya yang ada di Indonesia. yang paing kentara adalah namanya sih memang. kalau udah tau artinya kalian juga akan tertawa saya rasa.

 

kalau buat tips penerjemahan? saya gak bisa kasih banyak, apalagi saya pun terhitung masih pemula, tapi banyak baca referensi (bukan teori) bisa memperkaya wawasan sih, terutama untuk kosakata.

 

sekian!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.