PELESIRAN DI KUALA LUMPUR #1

Hampir 10 Tahun Kemudian, Kuala Lumpur.Tentu saja, banyak sekali perubahan dari fasilitas sarana prasarananya. Meski belum sepraktis Singapura, tapi sarana transportasi di Kuala Lumpur sudah jauh lebih praktis.

Mengingat saya hanya ke Kuala Lumpur, saya tidak bisa memberikan perbandingan dengan sistem transportasi selain di KL. Huhu. Padahal aslinya saya ingin ke museum komik di penang, tapi karena tiket buat ke penang tidak mencukupi budget (kl-penang pp) jadi SARABA AKA BYE BYE PENANG DAN MUSEUM KOMIK 😦

LALUUU

Saya menyadari banget aslinya memang lebih cocok jalan sendirian daripada harus ikut kelompok gitu. Yep saya tahu emang masih agak kekanakan ya tapi daripada sama kelompok besar, yaaa 2/3an oke lah. Soalnya lebih seru aja kalau jalan ga pake mikir (apalagi kalau santai) kayak… ya udah siapa tau nemu sesuatu yang aneh gitu dan ga banyak turis yang ngeh (tapi sayangnya perjalanan kali ini ga gitu banyak yang uniknya jadinya… biasa aja)

Naaaah. Kebetulan juga nih, pas mau berangkat ke KL ternyata satu pesawat sama temen SMP jadi pas hari kedua, daripada saya gabut atau ikut ortu yang emang ada kegiatan khusus selama di sana , mending jalan sama temen SMP ini, sebut aja namanya Nisa.

Gak banyak yang kami kunjungi karena agenda Nisa…. kosong si, tapi karena Nisa ada agenda sekitar Pk 12.00-14.00an jadinya saya menyesuaikan saja (termin 1: 09.30-12.00, termin 2 15.30-20.00). Naaah berhubung KL gak terlalu panas tapi ga adem juga (kayak lagi di Jakarta lah ya) jadi… banyakan jalan kaki. Buktinya adalah

JARANG KAN SAMPAI 19000an langkah hahaha. Pokoknya hari itu rasanya kaki saya mau lepas dari dudukannya. gapaaa, karena jumpa teman lama inilah, perjalanan diisi sama berbagai cerita yang seru untuk didengarkan HUE HE HE.

Perjalanan kali ini kami sebisa mungkin gak mengeluarkan uang untuk transportasi karena di Kuala Lumpur memang ada bus gratis yang bisa digunakan oleh Warga Lokal maupun turis asing. nama bisnya GOKL, ada 6 rute kala gak salah, terus bisnya warna pink. Kalau gak yakin ini bis yang gratis atau bukan, cari aja kata “perkhidmatan bis percuma” kalo ga salah. patokan saya adalah kata “percuma” alias gratis.

(Gara-gara kata percuma ini, selama perjalanan di kepala saya terngiang lagu Percoma 😂 padahal liriknya beda jauh dan ini lagu bahasa sunda)

Rutenya memang didesain untuk ke tempat wisata di KL jadi… selagi ada yang gratis ngapain bayar /heh

Nah termin 1 kami menghabiskan waktu di kawasan Dataran Merdeka. Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi di kawasan ini, museum tekstil, masjid jamek, gereja tua di KL (bangunanya eropa banget), Kuala Lumpur City Gallery (semacam Bandung Planning Gallery lah) dan…perpustakaan kotanya.

Naaaaah, saya sama nisa (lebih sayanya yang kepo karena Nisa udah beberapa kali ke KL) jalan kelilingin dataran merdeka.

Bangunan yang kayak di farm house ini aslinya adalaaah… klub Selangor (kayaknya diskotik ya, entahlah gak pengen nyari juga wq)

Sisi lain Dataran Merdeka

Perpustakaan Kuala Lumpur, emang ga niat masuk. Tapi bangunan luarnya unik. Kalau ada kesempatan ke sana lagi mungkin saya bakal masuk ke perpusnya. Lokasinya tepat di belakang KL City Gallery

Lalu saya ke KL city gallery,

Biasanya kalau mau foto di sini harus antre, namun, karena saya datangnya pagi jadi bisa sepuasnya ambil foto

Secara garis besar, isinya tentang sejarah kuala lumpur dari masa ke masa, dan buat yang doyan narsis ini tempatnya udah pol abis.

Banyak banget spot buat foto-foto di sini. Namun favorit saya adalah ini (bukan spot foto)

Tata kota KL yang sebenarnya kalau lagi “aksi” dia ada iluminasi cahaya. Srsly keren. Di sini juga kita bisa lihat ambisi/proyek kota KL dari dulu hingga ke depannya. Makanya kata saya mirip bandung planning gallery.

Tadinya mau ke masjid jamek tapi karena udah capek duluan, akhirnya memutuskan balik ke KL sentral (dengan menggunakan GO KL opkors)

Bangunan di kawasan dataran merdeka Eropa banget. Kalau aja ga ada bendera Malaysia, pasti bakal mikir lagi di Eropa.

Setelah istirahat, sorenya lanjut jalan lagi. Kali ini ke Twin Towernya petronas.

Di dalemnya kan ada Kinokuniya tuh (HEHEHHE EMANG AGAK SENGAJA KE SINI) dan ternyata kalau dihitung lagi harga buku di Kino KL sedikit lebih murah daripada yang di Jakarta 😦 tapi yang jadi catatan buat saya, sepertinya toko buku di indonesia harus belajar dari Kinokuniya deb buat penataan tempat bukunya. He he he. Bikin orang betah gitu di dalamnya.

Nah, pas jalan ke taman di bagian belakang twin tower ini, gak sengaja Nisa ngeh kalo ada Gamaliel (member GAC). Tadinya mau minta foto tapi karena sepertinya lagi mode kerja atau vlog? Entahlah, kami memutuskan untuk tidak mengganggu mereka. Ha ha.

Lalu, tetap dengan menggunakan GO KL, balik ke Bukit Bintang.

Di sini lebih ke keliling gak jelas aja.

Pas ke sini kebetulan ada pak dek… ehem patung Ironman

Di sini lebih buat jalan gak jelas aja jadi…. ujungnya… maiiin dan ngegosip /heh

Seru dan capek di saat yang bersamaan.

Oiya, karena kalo naik bis gratis dari kawasan KL sentral ke Bukit bintang itu rutenya muter banget, saya lebih milih pakai Monorel. Rasanya mengenang 10 tahun lalu pas pertama ke KL. Naik monorel weee.

Monorel di KL sebenernya termasuk yang lebih awal ada kalau dibandingkan dengan sistem LRT atau MRT dalam kotanya (tahun 2003 gitu kalo ga salah) dan seingat saya awalnya di sana total pake kartu. Namun saya aslinya KAGET PAS LIAT TIKET BUAT YANG ONE WAY TRIP itu bukan pake kartu tapi pake KOIN KAYAK MAINAN 😂

Tapi canggih lah ya. Kalo mau naik, kalian tap di layar/pad buat tap kartu, pas keluarnya cukup masukin koin mainannya ke slot yang udah disediakan dan voila, keluar deh. Ga enaknya, harus hati-hati simpan koinnya karena kalau ga apik ga bisa keluar hayo. Apalagi kalo ketauan kamu orang indonesia biasanya bakal rada dinyinyirin? ngerti lah ya. (Well kalo saya ga ngomong orang Indonesia, warlok pada ngira saya orang Malaysia sih)

Sekian dulu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.