Genji SAKIT!!!!

Untuk beberapa pekan ini, rumah saya sunyi tanpa adanya eongan salah satu kucing kesayanganku yang bernama Genji. Bisa dibilang, yang santai bukan orang rumah, tapi the eternal enemy of Genji, tobiket aka Tobi. Mengapa malah dia yang jadi santai? Nanti saya jelaskan ya.

Hal ini bermula dari Genji yang flu tapi nggak sembuh-sembuh yaa… jujur saja kami sudah membawa Genji ke beberapa dokter hewan yang ada di dekat rumah, tetapi hasilnya tetap nihil (padahal udah dikasih obat). Sempat kami berpikir “ntar juga sembuh sendiri.” (Sunggu pemikiran yang amat sangat naif karena kami berkaca pada kucing yang sudah lebih lama hidup daripada Genji). Namun yang paling parah adalah ketika Genji sampai sesak nafas karena terganggu dengan ingusnya dan demam tinggi. akhirnya kami (tepatnya saya, setelah pulang dari kantor dengan diantarkan ibu) langsung membawa Genji ke salah satu klinik hewan yang berada di Arcamanik, setelah sebelumnya saya bawa ke dokter hewan langganan saya (tapi ternyata sedang tidak di tempat).

Jujur saja, melihat Genji yang sudah sangat kritis keadaannya, saya gak mau kalau harus menunda pemeriksaan dia. Setelah dicek darahnya, ternyata Genji terkena Distemper. Pas tau penyakit distemper itu menyerang sistem imunitas dan kemungkinan sembuhnya hanya 20%, saya shock dan adik saya langsung nangis. Dokternya memberikan 2 pilihan, antara mau diurus di rumah tapi perlu perhatian amat sangat khusus, atau dirawat di kliniknya. Melihat kondisi di rumah… adik bungsu sibuk kulyeah online dan kerja, saya juga ngajar online (dengan jadwal yang cukup padat), bapak juga kerja, ibuku udah males harus ngurusin begituan, dengan berat hati akhirnya diserahkan ke Vet.

Tentu saja hal ini berimbas dengan kesunyian rumah. Biasanya ada yang berisik banget minta keluar atau minta makan, sekarang nggak ada. Cuma ada 1 kucing yang suka keluyuran aka Ombul dan satunya lagi yang amat sangat doyan tidur tapi ga bebas karena ada genji, tobi.

Kondisi Genji pas mau dirawat di klinik.

Masih sempet nemenin ngajar di rumah
Wajahnya seolah-olah bilang “All is well kak, santai aja” padahal dia lagi demam tinggi dan ingusnya boanyak

Jujur aja, berat banget perasaan saya pas harus meninggalkan Genji di klinik. Tapi mau bagaimana lagi? Karena pada akhirnya daripada kami kelabakan dan dia gak sembuh, kami serahkan saja ke yang memang bisa merawatnya. kami juga menjenguk Genji meski tidak tiap hari (dan saya yang paling rajin jenguk hahahaha). Awalnya parah banget, ingusan, demam, mencret pula. Pas lihat langsung kondisi Genji juga saya sedih.

Diinfus, tidak mau makan dan tetap sombong meski sedang sakit.

Pas dijenguk yang pertama ini (hari kedua) juga kelihatan sih dia tidak mau di sana tapi mau gimana lagi? Saya cuma bisa bilang ke genji: cepet sembuh yaaaa kamu harus semangat kalau mau pulang. Semiga pesannya sampai ke dia. :”) dia kondisinya masih susah makan. Harus disuapi paksa, sudah tidak bisa makanan cair pula haduh :””) ya pasrah banget sepasrah pasrahnya d.

Hari keenam dirawat. dia sudah mau makan tapi masih sedikit demam dan masih diinfus. Pada saat itu saya jenguk ramean serumah ikut lol tapi masuknya gantian. Nah dia udah mau makan aja sudah bersyukur banget saya. Lalu, dia sudah ada semangat lah untuk hidup. Sudah mulai bawel dan tetap kelihatan dia mau pulang. Diajak ngobrol juga udah mulai bawel, dan terasa sekali kalau dia kangen rumah. Hahahaha. Manja banget :”””) mohon maklum kucing di rumah semuanya bukan yang manja. Tapi kami belum bisa bawa pulang karena ya masih diinfus itu 😭

Hari ke… errr…. 10? 11? “KAK AKU MAU PULANG!!!!”

Kondisinya sudah amat membaik. Tinggal memastikan pupnya dan mau makan teratur. Pas kami datang pun disambut heboh banget sama dia. Kata dokter juga keliatan sudah pengen banget pulang :”””). Sebetulnya sudah bisa dibawa pulang, tapi kami lihat keadaan dulu. Setidaknya sampai dia sudah tidak mencret saja. Kondisi secara umum Genji sudah mulai normal. Suhu tubuh normal, makan juga udah bisa yang kering.

Sepertinya mau segera dibawa pulang pas senin nanti. Tapi entahlah. Mohon doanya aja ya semua, supaya dia sembuh.

Lalu…….

Alasan kenapa justru malah Tobi yang santai adalah…. sinpel. Karena dia merasa terintimidasi sama Genji. Begitu ga ada Genji, dia mulai bebas berkeliaran di rumah DAN melebarkan badannya karena makan dan bobok mulu.

Nongkrong di spot lama (karena udah ga pernah nongkrong di sini sejak ada genji)

Sesantai itu. Kadang saya iri sama tobi yang sangat santai hardolin. Sampai-sampai saya kadang mikir. Ah enak kali ya jadi kucing hardolin, udah disayang-sayang ga akan dimarahin pula sebandel apapun. Haaaaaa. Bisa tidur di mana aja asal pewe, hiburannya cuma di rumaah, bisa bikin ketawa pula.

Tapi y kalau santai terus buT manusia juga g bagus. Kucing juga sama ga bagus ketang. Tobi kan asalnya ngga bulet tub perutnya. Malah kadang suka dipertanyakan, kenapa ini anak kurus banget???? Tapi toh selama ga ada Genji, dia malah makin malas-malasan. Terlalu santai lah. Jadinya aja perutnya menggendut wkwkwk.

Yak meski begitu, doakan Genji bisa termasuk ke yng 20% ya semuanya. Hue heheh.

2 thoughts on “Genji SAKIT!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.