Kiara Artha Park, Bandung.

Kalau kalian penghuni Bandung Timur (yang mepet ke arah kota), seharusnya kalian sedikit familiar dengan Kiara Artha Park. Taman yang mentereng di sebelah jembatan Pelangi-nya Jalan Jakarta, Antapani ini merupakan taman yang dibuka sejak pertengahan 2019. Sejujurnya, saya sendiri tidak berharap banyak awalnya dengan taman ini (meski sebenarnya tertari karena dari awal mikirnya memang asyik huat olah raga, luas banget bok).

Kalau saya nggak salah ingat ya, awalnya taman ini bukan taman dengan lahan terbuka begitu saja. Awalnya hanya bangunan yang-entah-isinya-apa (mungkin pabrik, karena kayak ada benteng tinggi, entahlah, tapi dulu kalau lewat jalan Jakarta tuh bawaannya suntuk banget). Namun pada tahun 2017?2018? Saya tidak begitu ingat, karena terlalu sering melewati jalan Jakarta tapi ga pernah memperhatikan, bangunan bak benteng itu dihancurkan dan ternyata dijadikan taman. Pada saat awal dibuat, tentu saja saya menantikan kapan tamannya dibuka.

Saya awalnya berharap Kiara Artha Park memang hanya untuk taman ruangbpublik yang gak perlu bayar buat masuknya. Namun ternyata pada saat awal-awal dibuka ternyata ada biaya buat masuk tamannya dan ini aslinya bikin saya mundur perlahan untuk ke sini. Geliat aktivitas di Kiara Artha Park ini sebenarnya menunjukkan hal yang positif ya, karena akhirnya di kawasan Bandung Timur ada taman yang benar-benar taman yang ramah untuk keluarga. Pada awal dibuka mungkin tidak banyak pilihan tempat untuk makan di tempat kalau tidak salah. Tapi ada pedagang-pedagang yang telah menempati spot di dalam, berbagai atraksi yang bisa menarik pengunjung semacam dancing fountain, taman lampu (yang harus bayar lagi untuk masuk ke dalamnya), tempat bermain dalam ruang untuk anak-anak maupun orang dewasa, dan taman Asia Afrika. Selain itu, di sini juga dibangun Kampung Korea, yang isinya ternyata adalah berbagai toko makanan UMKM di Bandung.

Akan tetapi, pandemi mengubah segalanya. Pada awal-awal pandemi di tahun 2020, selain petugas, tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam taman. Pertamakalinya saya ke sini sebenarnya adalah untuk memotong jalan dari Jalan Kiaracondong ke Jalan Jakarta tanpa harus terjebak macet ke perempatan 😂 (percayalah, cukup efektif). itu pun beberapa hari sebelum pandemi mulai merebak di Indonesia. Apakah selama pandemi tutup? Antara ya dan tidak. Tidak, karena selama PSBB 2020, taman belum buka tapi sudah bisa berolah raga, lalu perlahan-lahan segala fasilitas dibuka sedikit demi sedikit dengan waktu terbatas. Pada periode tersebut l taman hanya dibuka dari pk 10:00-18:00. Tapi, selama gelombang kedua koron-koron, tutup lagi. Buat olahraga pun tidak bisa. Baru pas sekitar September dibuka kembali dan sekitaran Oktober hampir semua fasilitas di ruang terbuka sudah mulai beroperasi, dengan catatan untuk bagian Taman hanya hingga pk 16:00. Kalau lingkar luar dari pk 06:00-22:00.

sebenarnya saya paham alasan mengapa harus bayar untuk masuk taman. Taman udah keren, tapi kalau digratiskan, dijamin orang akan melakukan hal-hal sembarangan di sana. Mohon maaf kayaknya saya memang skeptis orang kita bisa menjaga fasilitas umum gratis dengan baik 🥲 Jadi kalau harus bayar udah di tahap pasrah saja. Toh taman di dalam juga ada yang mengurus yaa. Untuk kamar mandi, ada 2. Ada petugas yang membersihkan juga tapi entah mengapa kayaknya ada saja yang menggunakan fasilitas ini udah berasa di rumah sendiri aka seenaknya gitu. 🥲. Bersykur juga karena bayar, kebersihan tamannya lebih terjaga.

Fasilitas taman dalam Kiara Artha Park: Boseh, Grab Wheels, spot foto (yang entak mengapa nuansanya jepang abis LOL), tempat makan, (Solaria, McDonalds, UMKM yang ada di dalam, pilihanmu!), toilet. Kita juga bisa mengakses taman yang menghadap ke Jalan Jakarta kalau sudah membeli tiket ke taman dalam. Awalnya di situ adalah spot untuk taman lampu, namun akhirnya ya dipindahkan.

Sebenarnya yang membuat saya terkejut ya bagian Kampung Korea. Saya kira, Kampung Korea bakal sama nasibnya dengan Kampung Cina yang di kawasan Sudirman, manun ternyata geliat kehidupan di Kampung Korea sepertinya mulai bangkit ya. Mungkin faktor Gelombang Korea yang makin sini makin kencang ya, jadi lebih kuat bertahan (dan ini juga jadi daya tarik karena Kawasan Kampung Korea entah mengapa lebih adem daripada kawasan taman). Bangunan di Kampung Korea ini didesain dengan nuansa Korea yang kental. Namun sayang, saat saya ke sini belum ada satu pun tenan yang buka karena baru pada buka pk 10:00 sementara saya ke sana pk 09:00, dan hanya karena penasaran saja makanya masuk haha.

Kalau tidak salah… awal-awal taman ini dibuka padatnya ampun dah. Ramai banget. Tapi kalau sekarang, ramai iya tapi ga seramai pas awal-awal. Selain itu kebanyakan yang ke sana itu buat joging, sepedahan, atau olahraga. Taman ini merupakan alternatif untuk yang ingin main tapi tetap terbuka.

  • Sedikit tips dari saya kalau mau ke sini:
    • Datang pagi
    • Kalau mau olahraga, PAKAILAH TOPI dan Sunblock. Di sini pohonnya belum rindang, jadi pasti bakal KEPANASAN.
    • Masih berkaitan dengan poin di atas, kalau hanya sekadar main ke taman, BAWA PAYUNG.
    • jangan datang di akhir pekan sore-sore. Rame banget sama yang mau ke McD 😅
    • Kalau mau olahraga sambil popotoan: bayar tiket ke taman sekalian.
    • Bawa botol minum sendiri.
    • Ga boleh botram di taman. Mending sekalian aja dukung UMKM yang jualan d Kampung Korea atau di dalam tamannya.

Semoga dengan menurunnya kasus, orang masih tetap waspada dan jaga jarak deh. Selain itu semoga perekonomian pulih.

See ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.